Kratom or ketum or Mitragynaspeciosa Korth is a tropical plant from the Rubiaceae family originating from Southeast Asia (Indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, the Philippines) and Papua New Guinea. In Indonesia, this plant grows a lot in Kalimantan. Kratom (Mitragynaspeciosa K) has another name, namely puric, ketum, ithang, kakuan, thom or multiplication, this plant was originally discovered by the botanist Pieter Willem Korthals. Traditionally, kratom has been widely used by farmers, heavy workers (laborers) as a stimulant to overcome fatigue or heavy workloads and increase work productivity.
How to consume kratom in ancient times was quite unique, farmers or laborers consumed kratom by chewing each kratom leaf. According to research that has been widely circulated, early kratom leaves users usually consume kratom leaves as much as 3 to 10 kratom leaves per day. The consumption of kratom can be increased according to the needs of each individual, usually there is no definite dose for this, depending on the needs of each individual.
At low doses, kratom is a stimulant that can increase concentration, attention, energy and alertness. Many opiate addicts who treat their addictions switch to using kratom because it is easy to obtain, obtain without using a prescription, kratom is also cheaper than opiate addiction therapies such as buprenorphine.
Penggunaan kratom di masyarakat pedesaan
Kratom atau ketum atau Mitragynaspeciosa Korth merupakan tanaman tropis dari family Rubiaceae yang berasal dari Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Myanmar, Muang Thai, Filipina) dan Papua Nugini. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh di Kalimantan. Kratom (Mitragynaspeciosa K) mempunyai nama lain yakni purik, ketum, ithang, kakuan, thom atau biak, tanaman ini mulanya ditemukan oleh botanis Pieter Willem Korthals. Secara tradisional, kratom banyak digunakan oleh petani, pekerja berat (buruh) sebagai stimulant untuk mengatasi kelelahan atau beban kerja yang berat dan meningkatkan produktivitas kerja.
Cara mengkonsumsi kratom pada zaman dahulu tergolong cukup unik, para petani atau para buruh mengkonsumsi kratom dengan cara mengunyah tiap helai daun kratom. Menurut penelitian yang telah beredar luas, para pengguna awal daun kratom biasanya mengkonsumsi daun kratom sebanyak 3 sampai dengan 10 helai daun kratom perhari. Konsumsi kratom dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, biasanya tidak ada takaran pasti untuk hal ini, tergantung pada kebutuhan masing-masing per individu.
Pada dosis rendah, kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi, perhatian, energi dan kewaspadaan. Banyak pecandu opiat yang mengobati kecanduannya beralih menggunakan kratom karena selain mudah diperoleh, didapat tanpa menggunakan resep, kratom juga lebih murah dibandingkan dengan terapi kecanduan opiate seperti buprenorfin.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]